Chandler Catanzaro Jersey Pendakian Gunung Merbabu Via Selo - Lenifey
Travel

Pendakian Gunung Merbabu Via Selo

on
24 Februari 2018

“Eh, Mas Bambang kan merit di Semarang nih. Kondangan sekalian naik gunung yuk.” Kata Titi suatu hari.

“Ke gunung mana ya enaknya?” tanya Leni.

“Gunung terdekat dari Semarang sih kalau enggak Andong ya Merbabu atau Merapi.” Jawab titi.

Dari omongan-omongan itulah akhirnya kami fix memutuskan mau ke Merbabu. Padahal bagaimana kesananya juga belum tahu. Pokoknya niatnya dulu nih dah bulat (kek tahu). Haha. Dari situ juga kami akhirnya memutuskan untuk membujuk si Yuan ikutan kondangan. Biar bisa bawain tenda. Haha.

Setelah itu kami berdua, saya dan Titi, jadi sibuk searching bagaimana cara menuju ke Merbabu. Dari hasil seaching yang kami peroleh, rute terbaik untuk ke Merbabu adalah dengan menggunakan kereta api turun di Stasiun Solo Jebres dilanjutkan naik angkot nyambung-nyambung sampai ke basecamp di Selo. Tiket kereta pulang pergi pun dipesan. Kami naik kereta ekonomi waktu itu. Perginya dapat tiket harga 80 ribu sedangkan pulangnya harga 120 ribu.

Beres masalah transportasi, masalah kedua adalah perlengkapan pendakian. Sebelum ke Merbabu ini, kami hanya pernah ke gunung dengan ketinggan 2000an mdpl, Gunung Papandayan dan Gunung Prau. Dua-duanya pakai jasa open trip. Jadi kami enggak punya tenda, nesting dan kompor buat perlengkapan pendakiannya. Waktu itu kami punya dua opsi, nyewa atau beli. Dan setelah dihitung-hitung plus survei di beberapa toko outdoor dan penyewaan barang outdoor, lebih “murah” kalo kami beli benda-benda tersebut, jadi punya barangnya juga untuk jangka panjang. Berangkatlah saya dan Titi ke sebuah Toko Outdoor, saya lupa namanya, tapi toko tersebut ada di depan Brimob Jalan Kelapa Dua Depok. Di tempat tersebut peralatan yang kami cari, nesting dan kompor, lebih murah dari toko outdoor lainnya. Dari toko ini kami membungkus kompor dan nesting. Tadinya mau bungkus tenda juga tapi kami sudah ada rencana buat beli tenda di event Indofest.

H-5 keberangkatan kami kumpul buat ngomongin teknis rencana keberangkatan, belanja logistik dan kapan mau ke Indofest buat beli tenda. Dari situ diputuskan yang akan ke Indofest Titi dan Yuan karena tempat kerjanya di Jakarta, lebih gampang ke sananya. Kalo Leni kerjanya di Desa Ciracas jadi jauh kalau mau ke Indofest. Haha.

Hari Rabu Titi dan Yuan ke Indofest dapat Tenda isi 4 harga 300 ribu dan flysheet harga 120 ribu plus trekking poll harga 100 ribuan. By the way tendanya bahkan baru dibuka pas sudah sampai Sabana 2 Merbabu dengan kami bertiga yang enggak tahu cara masang tendanya. Sungguh kecerdasan yang hakiki.

Hari kamis 7 April 2016 sore kami janjian kumpul di Stasiun Pasar Senin. Hampir saja drama ketinggalan kereta. Untung keretanya kebetulan delay. Hehe. Kereta berangkat sekitar pukul 4 sore dan kami duduk tenang dan bahagia sampai Stasiun Solo Jebres sekitar pukul 3 pagi. Jaman dulu di Luar Stasiun Solo Jebres belum ada bangku-bangku buat duduk, terus enggak boleh duduk nunggu di dalam stasiun, jadi kami ngemper di luar stasiun sampai pagi. Hiks.

Ngemper di depan Stasiun Solo Jebres

Disela-sela waktu nunggu pagi, kami ngomongin bagaimana transportasi buat sampai basecamp. Kebetulan waktu itu ada sekelompok mas-mas (dan 1 mbak) yang mau naik gunung juga. Jadi kita mau sok SKSD kali-kali bisa nebeng. SKSD pertama dilakukan sama Yuan. Gagal. Payah emang. #Maapyu. Haha. SKSD kedua dilakukan sama Titi yang sungguh jago sekali sehingga kami dapat tumpangan sampai basecamp. Yeeay. Walaupun sebenernya mereka mau ke Merapi tapi karena arah basecampnya searah jadi kami bisa ikutan nebeng. Abis itu si Titi langsung galau pengen pindah haluan ke Merapi. Katanya sekalian banyak temennya. Padahal sebenernya mau modus. #Eh. Hahah.

Setelah solat subuh di Stasiun kami mulai tawar-menawar mobil Elf. Seinget saya kami urunan 50 ribu perorangnya. Harga Elf nya sepertinya sekitaran 400-500 ribu waktu itu. Di tengah perjalanan kami sempat berhenti dulu di minimarket untuk melengkapi perbekalan dan juga sempat ganti ke mobil bak terbuka karena mobil Elf nya enggak kuat nanjak.

Salah dua dari mbak dan mas yang menebengi kami

Pemandangannya bagus sekalii 😍😍

Sekitar jam setengah 9 pagi kami sampai di basecamp Selo. Sewaktu mau masuk basecamp kami bertemu beberapa orang yang akan naik, sempet ngobrol-ngobrol berharap nanti bisa pasang tenda deketan. Pas di basecamp kami buru-buru mandi dan sarapan. Karena kami mengejar waktu biar enggak kemalaman pas sampai sabana 2, tempat rencana kami buka tenda. Kami juga sengaja beli nasi bungkus di Ibu basecamp biar pas makan siang kami enggak perlu buka nesting dan kompor, lebih efisien juga. kami berangkat naik sekitar pukul 10 pagi. Disertai dengan baca doa kami memulai pendakian solo pertama kami.

Gerbang sebelum jalur pendakian. Katanya sekarang sudah lebih bagus

Jalur pendakian lewat selo ini jalur tertutup, lewat hutan-hutan dan banyak pohon-pohonnya. (hutan mah emang banyak pohon, gimana dah). Jalur ini juga enggak dilalui air sama sekali. Jadi prepare air sebaik-baiknya, ya. Kalau kami saking takutnya kekurangan air perorangnya kami bawa 3 botol air mineral ukuran 1,5 liter. Bahkan Yuan bawa 4 Botol. Hahah. Terus pas ditanyain sama porter yang kami temuin di pos 3, si mas porter bilang “banyak amat bawa 10 botol mas”. Dia enggak tahu aja kami mau mandi di atas. Hahah. Dari basecamp ke Pos 1 kami tempuh sekitar 1,5 jam. Jalannya masih landai, bisa sambil ngobrol dan muka masih cerah bahagia. Pas sampai Pos 1 kami enggak bisa berhenti lama-lama karena ada monyet nya. Jadi kami hanya minum sebentar lalu lanjut ke Pos 2. Di tengah perjalanan ada pos 2 bayangan padahal kami sudah senang sekali. Ternyata kami di-PHP. Di pos bayangan kami berhenti untuk minum dan makan roti. Perjalanan dari Pos 1 ke Pos 2 memakan waktu sekitar 2 jam. Di Pos 2 saya dan Titi memutuskan untuk solat Dhuhur dan jamak solat Ashar. Kebetulan kami ketemu sama rombongan yang sempet ngobrol-ngobrol sama kami pas di basecamp. Kami solat bareng terus tanya mereka rencana mau buka tenda dimana. Tapi waktu itu mereka masih bingung mau buka tenda dimana. By the way, kami jarang sekali ketemu rombongan pendaki, karena kami naik hari jumat waktu itu. sepi sekali.

Kami lanjut perjalanan ke Pos 3 jalurnya sudah mulai terbuka (pohonnya sudah jarang) dan sudah mulai lumayan tanjakannya. Perjalanan kami sampai pos 3 sekitar 1 jam. Sampai di pos 3 kami segera buka bekal makan siang karena sudah lapar. Di Pos 2 sengaja enggak makan siang takut waktu berhentinya terlalu lama karena kami harus solat juga. setengah jam berhenti untuk makan, kami siap-siap lagi. Baca-baca di beberapa blog, jalur pos 3 ke pos 4 Sabana 1 ini yang paling luar biasa tanjakannya. Dan setelah jalan sendiri, memang benar tanjakannya luar biasa sekali. Untungnya kami di bantu sama beberapa bapak-bapak porter. Ditunjukkan jalur yang lebih “enak”nya. Kami sampai Sabana 1 sekitar pukul 3.30 tapi karena kami mau buka tenda di Sabana 2. Kami enggak bisa lama-lama istirahat di Sabana 1. Sebenernya dikasih tahu sama bapak porter untuk camp di Sabana 1 saja. Tapi pertimbangan kami camp di Sabana2 adalah biar pas muncak enggak terlalu jauh. Padahal sebenernya kalo sekarang dipikir-pikir, lebih baik camp di Sabana 1 biar gendong kerilnya enggak terlalu jauh. Haha.

Jalanan dari Sabana 1 menuju Sabana 2

Jalur dari Sabana 1 ke Sabana 2 kami sudah bisa jalan dengan lebih santai. Sembari saling ngasih semangat. Jalur ke Sabana 2 ini indah sekali sih ya. karena kalo kita noleh ke belakang latarnya adalah Gunung  Merapi. Kami sampai Sabana 2 tepat jam 5 dan dapat kejutan kalo penghuni Sabana 2 cuma kami bertiga.

Ngalay di Sabana 2

Pas sampai Sabana 2 PR banget karena harus pasang tenda. Karena kami enggak ada yang pernah mendirikan tenda, proses tenda berdiri bahkan sampai 1 jam. Galau mau masang dimana lah, salah masang rangka lah sampai salah posisi pintu tenda. Jam 6 tepat kami beres masang tenda dan kebetulan ada satu rombongan lagi yang datang. Tapi karena Titi sudah kedinginan, kami langsung masuk tenda, jadi kami enggak sempat kenalan atau ngobrol dengan rombongan tersebut.

Karena Titi kedinginan dia langsung masuk sleeping bag. Harusnya ganti baju dulu ya.  Karena kita kedinginan gara-gara baju kita basah kena keringat terus kena angin gunung. Karena Leni sibuk ngebungkus Titi yang kedinginan (takut doi hipotermia) pakai emergency blanket, akhirnya yang masak Yuan. Selesai masak dan makan, kita ganti baju. Abis ganti baju si Titi langsung bugar. Dasar emang. Jam 9 malam kita fokus tidur soalnya harus bangun jam 2 buat summit.

Masak-masak plus makan di tenda. Buluk sekalih. 😂😂

Perjalanan ke puncak kami tempuh sekitar 2 jam. Di jalan kami ketemu banyak orang yang diajak ngobrol tapi enggak tahu bentukan mukanya karena gelap. Hihi. Kalau ditanya trek kepuncak bagaimana, jujur saya ngerasanya biasa aja pas naik karena jalurnya gelap saya fokus aja ke jalan enggak jelalatan liat kanan kiri. Tapi pas waktu turun baru kerasa “loh ini jalur yang kita naikin tadi?” terus langsung bangga sama diri sendiri. Hahah. Kami sampai puncak sebelum matahari naik. Sempet solat subuh juga di puncak. Tapi sayangnya kami enggak bisa liat matahari terbit seutuhnya karena ketutup awan. Hiks. Tapi karena kami sibuk foto jadi lupa juga enggak kedapetan sunrise. Haha

Narsis di puncak pake trekking poll baru 😂😂

Jam 8 kami siap-siap turun. Pas mau turun kami tiba-tiba disapa sama rombangan adek-adek minta foto bareng katanya yang naik bareng pas summit. Kami sih ayo aja kalo diajak foto sih. Apalagi diajak nikah. Eh. Hahah. Akhirnya kami pun turun bareng terus mereka sempet makan bareng kami juga sekalian ngabisin perbekalan kami yang ternyata super berlebihan. Waktu itu saya sempet iseng-iseng nanya “kalian nama IG nya apa? ntar di follow.” Terus salah satu dari mereka menjawab “kami enggak main sosmed kak.” “terus kalian kalo foto-foto diupload kemana?” tanya saya lagi. “di Facebook kak.” Oke facebook bukan sosmed. Haha.

Adek-adek yang enggak main sosmed

Sekitar jam 10an kami sudah siap-siap untuk turun. kalau pas naik cuaca cerah berawan, pas turun kami dapet ujan. Lumayan sih mana kami sempet salah jalur pas turun dari Sabana 1 ke Pos 3. Ini jalurnya curam sekali. Udah curam, licin pula. Sempet prosotan juga jadinya gara-gara licin. Tapi Alhamdulillah udah enggak ujan pas dari pos 3 sampai seterusnya. Cuma jalannya harus hati-hati. Di pos 2 kaki saya udah mulai gemetaran. Tapi masih bisa ditahan-tahan. Pas di Pos 1 menuju basecamp gemeterannya makin parah jadi jalannya udah enggak bisa cepet. Ini mau nangis sih pengen jalan tapi kaki nya enggak mau nurut. Hiks. Kami sampai basecamp sekitar setengah 3. Lumayan lama juga ya. haha

Turunan pas kita salah jalur dari Pos 4 ke Pos 3

Di basecamp kami ketemu lagi sama yang solat bareng pas di Pos 2 setelah kenalan barulah tau namanya Yoga. Kami harus buru-buru mandi dan makan karena kami harus melanjutkan perjalanan ke Semarang buat Kondangan. Di basecamp­ ada sewa mobil bak untuk turun. Setelah ditawar dapatlah harga 200 ribu sampe terminal bus berkat negoan Titi. Jam 9 malam kami sampai Semarang. Dilanjut kondangan keesokan harinya.

Kalo ditanya gimana perasaannya abis naik Merbabu, jawabanya AMAZING. Kami bertiga yang biasanya selalu iku open trip dan naik gunung 2000an mdpl terus berhasil naik merbabu sampai puncak itu, kadang masih enggak percaya. Hahaha

 

 

 

TAGS
RELATED POSTS
81 Comments
  1. Balas

    Koko ganteng

    24 Februari 2018

    Waaaahh baguus bgt kaa blog nyaa.. Aku jafi terinspirasi sekalii.. Sungguhh.. Apalagi ada koko yg ganteng nyaa.. Boleh minta foto nya ga kaa..? Aku save yaaaahhh kaa..

    • Balas

      Koko ganteng

      1 Maret 2018

      Ko komen aku ga dibalas sih ka? Yg lian semua d balas, pdhal aku yg duluan komen lohh ka.. Ko gituu sihh

      • Balas

        Lenifey

        1 Maret 2018

        Duh maap ya koko ganteng.. hahah…ini aku bales kok.. 😂😂

  2. Balas

    titi purwati

    24 Februari 2018

    Kenapa nama saya disebut-sebut terus. dan kenapa kamu belum posting di http://www.lenifey.com ?? hihihi

    Team yang pas, bagian pegang uang (leny), bagian bawa tenda (yuan), bagian ngelobby (titi)

    aku rindu menggunung bertiga.

    • Balas

      Lenifey

      24 Februari 2018

      Masih belum dioprek http://www.lenifey.com nya 😭😭 bantuin dong kakak aku yang cupuh ini.. hahah..
      Iyaa.. sudah lama juga kita tidak menggunung.. terakhir dikoriya tapi enggak nenda.. padahal yang bikin rindu nendanya

  3. Balas

    nasa

    24 Februari 2018

    Keren… Strong juga yah

    • Balas

      Lenifey

      24 Februari 2018

      Hahah.. ini karena tabah aja ka nassa 😂😂

  4. Balas

    Lala Yusuf

    26 Februari 2018

    BERTIGA DOANG? Ih persiapannya mesti mateng bgt emang sih.

    • Balas

      Lenifey

      26 Februari 2018

      Hooh kak.. itu makanya kita berusaha prepare fisik masing2 sebaik mungkin.. karena gak mau nyusahin temen yang cuman 2 orang ini 😂😂

  5. Balas

    Ifa Mutia

    26 Februari 2018

    Duh…masih bisa enggak ya ke Merbabu? Indah banget kayaknya
    Seru juga cerita pendakiannya..tambah pengalaman dan teman juga…salut

    • Balas

      Lenifey

      26 Februari 2018

      Iya kak indah banget.. sayang saya dulu gak banyak poto2.. setiap ngetrip alhamdulillah dapet add an teman baru di instagram.. hahaah

  6. Balas

    swwmutiara

    26 Februari 2018

    Keren bgt naik gunung bertiga doang, gud job girl 👍👍👍

    • Balas

      Lenifey

      26 Februari 2018

      Makasih kak 😊😊

  7. Balas

    Deny Oey

    26 Februari 2018

    Jadi pengen coba naik gunung jg nih abis baca cerita ini krna blm pernah hiking. Sayang belum ketemu waktu yg cocok. Hahahha

    • Balas

      Lenifey

      26 Februari 2018

      Naik ke papandayan kak. tempat asik buat healing (versi aku) dekat soalnya. kemaren terakhir kesana 2017 sih nggak rame. Tapi bayar masuknya mahal sekali dibanding jaman dulunya

      • Balas

        Deny Oey

        26 Februari 2018

        Iy nih mbak, mw coba papandayan.. Terinspirasi stlh baca ceritamu.. 😂😂

        • Balas

          Lenifey

          26 Februari 2018

          Hahah.. aku selalu meracuni orang ke papandayan.. 😂😂 taun ini pengen kesana lagi juga.. tapi blm tau kapan..

          • Deny Oey

            26 Februari 2018

            Kabar2i y mbak kalo jadi kesana.. Minat serius nih.. 😂😂😂

          • Lenifey

            26 Februari 2018

            Sipoooh.. ntar dikabarin ya..

  8. Balas

    Tuty

    26 Februari 2018

    Hi Kak Leni, seru ya ke Merbabu, Duuh jadi kangen ke sana lagi, barengan yuks Kak.

    • Balas

      Lenifey

      26 Februari 2018

      Seru banget ka tuty apalagi waktu itu aku masih cupu sekali.. sekarang juga masih sih.. hihi.. aku diajakin barengan kak tuty 😍😍

  9. Balas

    dayuanggoro16

    26 Februari 2018

    Pengen ke Merbabu biar tuntasin double M tapi belom kesampean huhu… 😔

    • Balas

      Lenifey

      26 Februari 2018

      Cuz merbabu day.. bagus bingo #ratjun 😂😂

  10. Balas

    Iqbal

    26 Februari 2018

    Pengalaman naik gunung gak bakal lupa ya… nanti 10 tahun lg ketemu temen yg jalan bareng, ketawa2 lg deh 🙂

    • Balas

      Lenifey

      26 Februari 2018

      Iya kak.. bahas lagi ketawa lagi.. padahal udah bolak balik dibahas.. 😂😂

  11. Balas

    Antin Aprianti

    26 Februari 2018

    Kalian strong sekali..
    Leni saran aja di awal-awal cerita berasa ngos2an bacanya, kasih jeda sepertinya lebih enak len dibacanya.

    • Balas

      Lenifey

      26 Februari 2018

      Makasih sarannya diantin.. ntar coba diperbaiki di next post yaaah

  12. Balas

    Ari Widi

    26 Februari 2018

    next mang pengen kesitu..ih keren abisssss

    • Balas

      Lenifey

      26 Februari 2018

      Kesana mbk ari.. baguuus

  13. Balas

    kartinismayanti

    26 Februari 2018

    Kalian anak gunung banget ya 😂

    • Balas

      Lenifey

      26 Februari 2018

      Percayalah kak kami anak mama 😂😂

  14. Balas

    fajar hidayat

    26 Februari 2018

    Foto yang disabana kayak lagi foto prewed… nampak mesraa

    • Balas

      Lenifey

      27 Februari 2018

      Wkkwwk.. harusnya ama cowok emang sih kak.. tapi kita poto ala2 sahabat bahagia.. 😂😂

  15. Balas

    ristiyanto

    26 Februari 2018

    Kok saya juga sama ya… Gak punya sosmed, punyanya Facebook.

    • Balas

      Lenifey

      27 Februari 2018

      Wkwkwk.. ih iya gak punya sosmed ih..

  16. Balas

    Nunik Utami

    27 Februari 2018

    Cewek-cewek jagoan beraksi lagi. Seneng liat rumput-rumpunya, deh. Seger banget. Trus itu kompak bener ya bajunya. Unyu-unyu dan kotak-kotak 😀

    • Balas

      Lenifey

      27 Februari 2018

      Mbk idolaque 😍😍 iya mbk ini jaman alay kami suka kembaran baju 😂😂

  17. Balas

    Inez

    27 Februari 2018

    keren ya sering mendaki gunung 🙂 aku jd pengen cuma kayanya keburu megap2 sblm sampe tujuan wkwk
    https://helloinez.com

    • Balas

      Lenifey

      28 Februari 2018

      Enggak sering kok kak inez.. kadang2 aja.. kalo masalah stamina emang harus dilatih kak.. saya juga dulu hampir nangis kalo pas pertama ngegunung.. gak tau bakal se engap itu.. hahah..

  18. Balas

    airin

    27 Februari 2018

    Selalu salut sama cewek yg kuat nanjak

    • Balas

      Lenifey

      28 Februari 2018

      Kami bukan kuat kak.. kami tabah 😂😂

  19. Balas

    ndarikhaa

    27 Februari 2018

    percayalah..ini indahhh Merbabunya.. oke tekadku nulis Merbabu lintas WEKAS SELO makin kuat!

    • Balas

      Lenifey

      28 Februari 2018

      Tulis kaaak.. yaampun kamu keren sekali lewat wekas..

  20. Balas

    Citra Rahman

    27 Februari 2018

    Seru bangeeeet….keren ya, bertiga pun jadi naik gunung. Itu perjalanannya keren-keren banget pemandangannya. Yang foto di savana top abis. kece banget, kak Len.

    • Balas

      Lenifey

      28 Februari 2018

      Emang sabana nya keren abis kak ochit.. itu sabana legendaris yang suka ada di instagram.. baca2 di google merbabu itu yang paling indah vegetasinya di Gunung Jawa Tengah

  21. Balas

    Arlindya

    27 Februari 2018

    Anak gunung maennya jauh

    • Balas

      Lenifey

      28 Februari 2018

      Deket kak masih di Pulau Jawa 😁😁

  22. Balas

    taumyalif

    28 Februari 2018

    Ceritanya keren. Naik gunung bertiga. Salut

    • Balas

      Lenifey

      28 Februari 2018

      Makasih bang taumy. Duh dibilang keren ama suhu traveling.

  23. Balas

    Kalena Efris

    28 Februari 2018

    Ya ampun kalian berdua Titi kompak banget pake pink. Sampe carrier dan tas slempangnya juga sama 😂.

    • Balas

      Lenifey

      28 Februari 2018

      Bahkan sepatu, sendal gunung, sleeping bag sama matras juga sama kak 😂😂

  24. Balas

    EkaRahmawatizone

    28 Februari 2018

    Enak klo punya sodara yg kompak dan bisa saling bantu. Heheeh.

    • Balas

      Lenifey

      28 Februari 2018

      Kakak orang ke sekian yang bilang kami sodara.. hahah..

  25. Balas

    yunita tresnawati

    28 Februari 2018

    Duh si kembar ini yaa … naik gunung aja serba pink dan bisa foto cantik. Keren banget, saya suka.

    • Balas

      Lenifey

      28 Februari 2018

      Hihihi.. itu dekil kak aslinya.. terimakasih snapsheed 😂😂

  26. Balas

    Zen

    28 Februari 2018

    Ya Allah padahal dari rumahku ke Merbabu cuman sekitar 4jaman tapi belom pernah mendaki gunung ini 😭😭😭😭😭😭😭😭

    • Balas

      Lenifey

      28 Februari 2018

      Cuz kesana bang zen.. rugi looh.. hihihi..

  27. Balas

    bang doel

    28 Februari 2018

    seru ya naik gunung

    • Balas

      Lenifey

      28 Februari 2018

      Seru duuns… 😁😁

  28. Balas

    Mr. Yogi

    28 Februari 2018

    belum pernah kesana,, jadi pingin…

  29. Balas

    Dewi Setyowati

    28 Februari 2018

    Kalian keren banget sih Upin Ipin… cewek2 tangguh dan pemberani.

    • Balas

      Lenifey

      28 Februari 2018

      Walaupun realitanya kaki gemeteran pas turun kak.. hihihi..

  30. Balas

    achi

    28 Februari 2018

    seterooong girl, hobinya keren banget sik Kak, naik gunung

    • Balas

      Lenifey

      28 Februari 2018

      Enggak hobi kok mas achi.. cuma kadang pengen aja.. kalo aku.. hihi..

  31. Balas

    EKA MUCHLIS SALIM SIREGAR

    28 Februari 2018

    Duh pengen banget ke sini.. kuat gak ya?

    • Balas

      Lenifey

      28 Februari 2018

      Kuat ah.. babang kan setrong.. atau bisa dimulai dari papandayan.. halah.. promosi papandayan mulu 😂😂

  32. Balas

    DiahSally

    28 Februari 2018

    Sekali pergi, dua tiga kegiatan terlaksanakan ini mah yaa hahaha

    Paling asik emang camping sama kawan-kawan

    • Balas

      Lenifey

      28 Februari 2018

      Iya kak..pumpung ada alasan.. kalo gak gini mamah bisa ngomel2.. 😁😁

  33. Balas

    Hayati Ayatillah

    28 Februari 2018

    Jalanan dari sabana 1 k sabana 2 nya indah banget ya 😍😍😍

    • Balas

      Lenifey

      28 Februari 2018

      Iya kak.. itu jalanan legendaris.. banyak yang poto disitu kalo liat instagram.. hahah..

  34. Balas

    Agus Setiawan

    28 Februari 2018

    salut salut laah pokoknya….cool

    • Balas

      Lenifey

      28 Februari 2018

      Makasih bang 😊😊

  35. Balas

    elsalova

    28 Februari 2018

    suka iri kalo udah pada cerita ke gunung itu serunya gimana. huh

    • Balas

      Lenifey

      28 Februari 2018

      Cuz kak ke gunuuung 😍😍 hihihi

  36. Balas

    Mr. Yogi

    28 Februari 2018

    belum pernah kesana, jadi pingin…

  37. Balas

    Fariz_Firdaus_

    28 Februari 2018

    “Selalu ada rindu di Merbabu”
    #kangen.mt.merbabu

  38. Balas

    inggit komala

    1 Maret 2018

    baca ini jadi inget waktu sama temen dan adikku naik via swanting lintas selo tapi sayang masih pr di atasnya kabut 😦

  39. Balas

    Matius Teguh Nugroho

    1 Maret 2018

    Jadi inget pas nanjak ke Merbabu tahun 2015 lalu. Cuma bedanya waktu itu kami berangkat dari Wekas, dan pulang baru dari Selo. Cuacanya lagi cerah ya? Pas gue ke sana lagi musim hujan hahaha, jadi nanjak sambil pake ponco.

    • Balas

      Lenifey

      1 Maret 2018

      Naik dan turun gunung pake jalur beda tuh keren banget ya menurut gue.. karena harus gendong keril from start until the end pendakian.. 👍👍

      • Balas

        Matius Teguh Nugroho

        1 Maret 2018

        iya hahaha

  40. Balas

    Ning

    4 Maret 2018

    Selalu jealous kalo liat cewek2 strong naik gunung. Ini adl satu hal yg mungkin gak bakal saya lakuin seumur hidup. Huhu

LEAVE A COMMENT

lenifey
Indonesia

Lahir di Surabaya dan sedang menetap di Jakarta. Menyukai Traveling, Makan, Baca Buku dan K-Pop. Tertarik juga pada dunia beauty products seperti skincare dan lipen-lipenan. Mari berkenalan. Karena tak kenal maka tak sayang. XOXO

November 2018
S S R K J S M
« Okt    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  
 Brynden Trawick Authentic Jersey