Travel

Pengalaman Wisata Korea Hari Keempat (Deoksugung Palace, Bukchon Hanok Village, Changdeokgung Palace dan Secret Garden, Ihwa Mural Village)

on
29 Oktober 2018
ChangdeokguLenifey_salah satu sudut Changdeokgung Palaceng Palace

Changdeokgung Palace

Masih cerita perjalanan saya ke Korea yang enggak ada habisnya kayak sinetron tersanjung, semoga enggak bosen bacanya ya. Heheh. kali ini sudah masuk ke hari keempat loh. Hari ini jadwalnya untuk pakai kartu paketan istana yang sudah saya beli di hari kedua saya di Korea. Sudah bisa nebak-nebak ya saya mau kemana. Yup, sekarang waktunya jadi putri Korea jalan-jalan di Istana.

DEOKSUGUNG PALACE

Namanya susah ya. Jaman nyusun Ittinery saya pusing banget pas baca-baca di internet nama-nama tempat di Korea. Taunya Nami sama Namsan doang emang kalo ke Korea. Saya pun pas jaman pergi ke Korea ini sejujurnya ittinery nya nebeng teman. Pokoknya teman kemana saya mah ngikut aja. Hahah.

Di Deoksugung ini sama seperti di Gyeongbokgung ada atraksi Changing Guard Ceremony yang bisa dinikmati setiap jam 11:00, 14:00 dan jam 15:30 setiap harinya. Jangan lupa hari senin istana ini tutup ya. Hati-hati bikin ittinerynya. Oya, karena sudah beli paketan Istana Pass seharga 10.000 Won pas di Gyeongbokgung, saya enggak bayar lagi buat masuk ke istana ini. Tapi kalopun mau beli tiket satuan disini pun harganya murah kok. Hanya 1000 won saja.

Di istana ini ada booth penyewaan baju tradisional Korea, Hanbok. Boothnya ada di depan istana dekat tempat penjualan tiket. Jangan ngarep bajunya bagus banget ya. Model bajunya biasa saja kalo menurut saya. Tapi buat yang budgetnya mepet boleh lah icip-icip pakai hanbok dimari plus foto dengan latar belakang istana. Oya pakai hanboknya hanya diberi waktu 5 menit karena yang antri lumayan banyak waktu itu jadi harus gantian.

Enaknya nonton atraksi pergantian penjaga di istana ini daripada di Gyeongbokgung tuh kita bisa liat penjaga-penjaganya atraksi dengan jarak yang dekat sekali. Bahkan ditengah-tengah atraksi, ada satu waktu kita diijinkan foto sama penjaga yang sedang atraksinya. Kalau di Gyeongbokgung biasanya kita baru bisa foto sama penjaganya kalau atraksi pergantian penjaganya sudah selesai. Jadi kalau di Deoksugung ini kita tidak hanya bisa foto sama penjaganya, bahkan bisa ambil gambar sama yang bawa alat musiknya.

Lenifey_changing guard ceremony deoksugung 2

Pemusik pada Atraksi Changing Guard Ceremony

Saya sama teman saya tergolong sedang beruntung, pas nyoba hanbok pas banget pita pembatas atraksinya dibuka. Jadi bisa foto sama penjaganya sambil pakai hanbok. Oya di Deoksugung ini beberapa penjaganya juga atraktif sih menurut saya. Kalo diajak foto dia mau lihat ke kamera. Rata-rata foto sama penjaga pasti matanya enggak lihat kamera. Satu info lagi, di Gyeongbokgung saya pernah di tegur karena ambil foto sambil gaya kagum liat penjaganya. Jadi kalau ambil gambar, gaya fotonya biasa aja ya teman. Jangan kebanyakan tingkah kayak saya. Hahah.

Lenifey_changing guard ceremony deoksugung

Beruntung pas Pinjam Hanbok pas Atraksi Changing Guard Ceremony

Kalau untuk luas Istananya masih lebih luas Gyeongbokgung sih daripada disini. Tapi kalau kesini pas peak autumn, vibe autumnya lebih bagus disini menurut saya daripada di Gyeongbokgung. Selain itu yang berkunjung juga enggak serame di Gyeongbokgung jadi enak banget buat jalan dan duduk-duduk santai disini.

Lenifey_Salah satu sudut deoksugung palace

Deoksugung Palace yang sepi

Bukchon Hanok Village

Pulang dari Deoksugung, kami melanjutkan perjalanan ke Bukchon Hanok Village. Buat yang pengen lihat rumah-rumah tradisional Korea, boleh mampir kemari. Bukchon Hanok Village ini sebenarnya rumah warga biasa, jadi kalau berkunjung disini nggak boleh berisik. Kalau punya budget lebih boleh banget sewa hanbok terus foto disini. Tapi karena termasuk tempat yang turis sekali, susah banget foto “bersih” disini dengan background diri sendiri sama rumah hanok saja. Harus sabar banget. Hahah.

Lenifey_bukchon hanok village

Harus Pinter Cari Spot Kosong

Karena area Bukchon Hanok Village ini lumayan luas rawan nyasar buat keluarnya. Baiknya pariwisata Korea, disudut-sudut jalan suka ada petugas yang fasih bahasa inggris buat jelasin jalan untuk turis. Oya, di Bukchon juga ada beberapa toko aksesoris, boleh banget kalo mau masuk dan belanja. Ada satu tempat yang ingin saya kunjungi sih kalau bisa ke sini lagi yaitu Granhand. Granhand ini toko parfum handmade gitu. Jadi bisa bikin your own style parfume.

kalau ada uang dan waktu yang lebih saya sih lebih pengen ke Jeonju Hanok Village. kayaknya lebih proper untuk lihat rumah tradisional korea. Tapi memang letaknya di luar kota. Buat yang mau ke Korea bisa banget dipertimbangkan untuk kesana.

Changdeokgung Palace dan Secret Garden

Sebenarnya kalau saya pribadi ke Changdeokgung Palace ngincer pengen ke Secret Gardennya. Karena saya kesana pas musim gugur, sudah ngebayangin kalau pergi ke taman itu saya akan menemui daun-daun merah berderet. Tapi karena saya ke Korea pas awal-awal musim gugur, saya harus menerima kenyataan pohon-pohonnya masih ijo-ijo. Sedih banget.

Lenifey_Changdeokgung palace

Salah satu bangunan di Changdeokgung Palace

Istananya sendiri menurut saya lebih luas dibandingkan Deoksugung. Ditambah luas Secret Gardennya, lumayan lelah juga jalannya. Hahah. Kebetulan kalau di Changdeokgung sama Secret Garden ini ada pemandu yang disediakan oleh pihak istananya. Jadi bisa tahu sejarah tempat ini. Tapi karena saya sibuk moto dan mau menikmati jalan santai, saya jadi ketinggalan pemandunya.

Kebetulan banget waktu saya solat pas di tempat ini. Karena enggak ada tempat solat, saya akhirnya numpang di ruang Laktasi karena kebetulan kosong. Ini saya nyaman banget sih solat disini walaupun enggak solat di mushola. Bisa jadi alternatif buat teman-teman cewek yang nyari tempat solat.

Lenifey_secret garden

Area Secret Garden. kayaknya bagus banget kalau peak autumn

Ihwa Mural Village

Tempat ini adalah salah satu Mural Village yang sangat terkenal. Kalau ke Korea pasti kemari. Buat yang doyan nonton drama Korea, wajib banget sih kemari. Tempat ini adalah tempat syuting banyak banget drama-drama Korea. Siapkan tenaga juga kalau mau kemari karena jalannya nanjak enggak main-main.

Lenifey_Ihwa Mural Village

Jalanan ini pernah muncul di drama korea. Tapi saya lupa judulnya

Sayangnya pas waktu saya kemari, banyak banget mural yang sudah dihapus karena penduduk wilayah tersebut merasa terganggu sama banyaknya turis yang datang kesana. Dah capek-capek nanjak, eh nggak ada muralnya. Sedih banget lah.

Di tempat ini selain mural menurut saya daerahnya emang kece sih. Banyak tangganya. Karena daerahnya memang naik. Selain itu banyak kafe dan toko-toko yang etalasenya juga memang cantik. Di dekat Ihwa Mural Village sebenernya ada satu tempat lagi yang bisa dikunjungi yang namanya adalah Naksan Park. Tapi, waktu itu saya harus cepat-cepat balik karena teman saya perutnya sakit dan pengen kebelakang. Jadi kami buru-buru ke stasiun cari toilet. Hahah.

Lenifey_toko di ihwa mural village

Etalase toko kece di Ihwa Mural Village

DONGDAEMUN

Pulang dari Ihwa Mural Village karena hari masih sore, kami akhirnya memutuskan mampir lagi ke Dongdaemun. Kali ini tujuan kami ke Dongdaemun adalah belanja oleh-oleh. Di Dongdaemun, ada sebuah mall yang namanya Migliore. Migliore buka 10.30 pagi dan tutup jam 04.30 pagi. Iya kalian enggak salah baca kok, tutupnya emang subuh.

Lenifey_Migliore

Tutup subuh. hahah

Tempat oleh-oleh adanya di lantai 6. Di sana oleh-olehnya banyak banget bentuknya. Dari mulai gantungan kunci, magnet kulkas, sampai kaos kaki pun ada. Enaknya enggak perlu nawar. Nawar dikit boleh lah. Kalo beli banyak dia suka ngasih diskon juga. Disana bahkan penjaga tokonya bisa komunikasi sedikit dengan bahasa Indonesia. Misalnya “dua lima ribu” maksudnya kalau ambil 2 bungkus harganya 5000 won.

Setelah selesai beli oleh-oleh diperjalanan mau turun, teman saya tiba-tiba pengen beli jaket Bomber buat adeknya yang cowok. Waktu saya ke Korea oktober 2016, di Korea sedang hits banget jaket Bomber. Bahkan sebelum bapak Presiden Joko Widodo pakai dan akhirnya hits di Indonesia.
Sebelumnya kami sempat tanya-tanya harga Bomber wanita di tenant dekat Ehwa University dan harganya dikisaran 30.000 won. Karena kami sudah tahu perkiraan harganya akhirnya kami tanya ke salah satu toko jaket disana dan menanyakan harga Bomber laki-laki yang ternyata lebih mahal harganya yaitu 65.000an won atau sekitar 600 ribu rupiah lebih.

Sempat pengen batal beli karena mahal sekali harganya. Kebetulan si penjaga toko adalah oppa-oppa yang sangat atraktif dan lucu. Dia bisa komunikasi dengan kami pakai bahasa inggris dikit-dikit. Si Oppa penjaga toko ini karena keterbatasan bahasa sampai tebak-tebakan umur sama kami, padahal kami lagi nawar harga jaket eh dia malah sebutin umur dia. Nggak lupa si Oppa kami bohongi kalau kami masih umur 17 tahun. Hihihi. Tawar-menawar jaket berakhir di harga 55 ribu won. Serius ini nawarnya susah banget. Kami nawar ini bahkan sampai 1 jam lamanya, sambil becanda tapi. Di Korea walaupun nawar biasanya memang turunnya enggak bakal bisa jauh banget kayak kalau kita nawar di Indonesia. Jadi jangan kebangetan ya nawarnya.

Lenifey_oppa penjual jaket

Oppa penjual jaket. Rada ngeblur fotonya karena ambil dari video.

Sekian perjalanan hari keempat. Lanjut hari kelima di tulisan selanjutnya. See You

TAGS
RELATED POSTS
29 Comments
  1. Balas

    Maria Widjaja

    29 Oktober 2018

    Kak Febi yang manis dan gemar berpetualang, setahuku penulisan kata yang benar tuh zaman bukan jaman. Kalau kakak mau memberikan nuansa cakapan pada artikel ini, sebaiknya penulisan jaman dimiringkan saja.

    Keep up your writing spirit!

    • Balas

      Lenifey

      29 Oktober 2018

      makasih kak maria untuk perbaikannya. noted. dan langsung diganti. pumpung komputernya masih belom logout. heheh

  2. Balas

    Deny Oey

    30 Oktober 2018

    Ini cerita Korea masih berapa episode lagi?
    Pas liat fotonya koq gw jadi inget tangga perumahan warga yang pas k bogor kmrn ya.. 😂😂

    • Balas

      Lenifey

      31 Oktober 2018

      masih 2 episode lagi deen.. sabar.. wkwkkw..
      kan gue bilang kemaren kampungnya mirip ihwa mural village. wkwkw

  3. Balas

    Airin

    30 Oktober 2018

    Istana disana masih ada rajanya tidak, terus treakhir digunakan aktif tahun berapa, jadi tertarik kisah sejarah kalau ke tempat-tempat seperti itu, jalan-jalan nya keren…

    • Balas

      Lenifey

      31 Oktober 2018

      nah itu kak, akibat sibuk sendiri jadi gadengerin jadi gatahu dehinfo2 begitu. hahah. lain kali kayaknya harus fokus nih. hihihi

  4. Balas

    ristiyanto

    31 Oktober 2018

    Ternyata masyarakat di sekitar Ihwa Mural Village ada yang keganggu dengan kedatangan wisatawan ya. Berarti mungkin tempat itu bukan untuk destinasi wisata massal.

    • Balas

      Lenifey

      31 Oktober 2018

      Soalnya turisnya buanyak banget mas ris dan objek wisatanya itu-itu aja. jadinya numpuk deh.

  5. Balas

    Iqbal

    31 Oktober 2018

    Rasanya tiap arisan ada cerita Korea melulu ya… hehe
    Tapi bener leni, sholat di luar Indonesia paling enak itu di ruang laktasi, kunci dari dalem, dah puas deh sholatnya. Ohya, sama satu lagi, di bawah tangga

    • Balas

      Lenifey

      31 Oktober 2018

      iya kak. cuma saya nggak dikunci sih. takut pengen ada yang pumping. hahah

  6. Balas

    Yunita Tresnawati

    31 Oktober 2018

    Duh kenapa itu Oppa-nya ngeblur? Baca ceritamu ini serasa jadi putri di zaman klasik Korea yang menunggu Oppa hahahah

    • Balas

      Lenifey

      31 Oktober 2018

      gerak-gerak mulu kak oppanya. dia sebenernya rada malu juga tuh divideoin. hahah

  7. Balas

    Antin Aprianti

    31 Oktober 2018

    Kalo liat Ihwa Mural Village jadi inget drakor deh, banyak banget tangga-tangganya gitu. Seru ya len di korea banyak kerajaan, jadi berasa putri gitu pas berkunjung ke sana terus pake hanbok hehe

    • Balas

      Lenifey

      31 Oktober 2018

      iya dek antin, itu tempatnya yang dipakai buat syuting emang. enak suasanyanya tapi mayan ugha nanjaknya. hahah

  8. Balas

    Paulus Wahyu Miko

    31 Oktober 2018

    waduh jadi ingin kesana. kira-kira budget total berapa ya kak heheh saya masih pemula

    • Balas

      Lenifey

      31 Oktober 2018

      less than 10 mio sih miko. kapan-kapan jadi pingin bikin artikel biaya. heheh

  9. Balas

    Kelanakucom

    31 Oktober 2018

    Mungkin cerita korea bakalan ada 20 episode ya baru tamat. Sama lah sama Drakor yang biasa di tonton. Minimal 17 episode lah. Haha
    Seru banget kak jalan-jalannya di korea. Belom berakhir kan ini ceritanya?

  10. Balas

    tuty prihartiny

    31 Oktober 2018

    Hari keempat trip Korea yang membahagiakan banget ya kak. sejak di istana Deosugung Palace(sempat berharap KakLen ketemu Pangeran Korea, ehm), ke kampung tradisional Bukchon Hanok Village etc etc termasuk belanja di Dongdaemu… Selanjutnya kemana lagi nih kak?

  11. Balas

    Budi Setiadi

    31 Oktober 2018

    Berasa nonton drama korea ya, episodenya terus berlanjut. jangan bilang ini blog korea lagi..
    Tapi seru sih kalau ngikutin ceritanya dari awal

  12. Balas

    Ifa Mutia

    31 Oktober 2018

    Waduh kalau ke Korea pasti susah fokus nih saya. Ngebayangin aktor aktor Korea terus sih. Saya kalau traveling lebih suka wisata sejarah seperti kunjungan ke istana istana begini..keren lah pokoknya.

  13. Balas

    Eka Murti

    31 Oktober 2018

    Huaaaa… Makin pingin k Korea. Pingin liat negerinya oppa2 ganteng itu.. hihihi…

  14. Balas

    Wulan

    31 Oktober 2018

    akkkk seru amat itu jalan-jalan ke korea!!! bisa ke palace dan pake hanbook juga yaa. Itu jalanan yang di drama my shy boss bukan sih?

  15. Balas

    Dian Restu Agustina

    31 Oktober 2018

    Seruuuu.. Jadi mupeng akuu
    Korea memang ya, enggak ada habisnya bisa di eksplor..

    Ditunggu lanjutan ceritanya
    Btw, itu oppa agak ngeblur fotonya.. Pantes sejam berusaha nawar, biar lebih lama ngobrol ya #eh 😃

  16. Balas

    INA

    1 November 2018

    Seruu ya ka pengalaman di korea, semua yang diceritain dari awal episode lengkap banget bisa buat referensi sih ini, ditunggu episodenya sampe tamat hhe, oiya btw ini budgetnya habis berapa ka?

  17. Balas

    Maya Nirmala Sari

    1 November 2018

    Oppa penjual jaket pasti percaya deh klo umur kalian 17 tahun, hahaha. Pengalaman wisata Koreanya seru banget, pasti pengen ke sana lagi kan?

  18. Balas

    Dewi Setyowati

    1 November 2018

    Selalu kocak ceritanya Leni sih..gigih juga sih nawar sampai 1 jam-an gitu.. ngaku-ngaku umur 17 tahun pula hehehe..

  19. Balas

    Taumy

    2 November 2018

    Sampai seri berapapun pasti aman, selalu diikuti. Itu penyewaan Hanboknya khusus buat wanita ya? Kalau untuk laki-laki ada juga tidak?

  20. Balas

    Lisa Fransisca

    3 November 2018

    Kak Leen, padahal aku nunggu banget perjalananmu di Ihwa Mural Village. Sayang sekali ya ternyata penduduknya ngerasa kurang nyaman dengan spot yang ramai turis. Btw, beruntung banget kamu Kak bisa lihat atraksi di Deoksugung!

  21. Balas

    Putri Reno

    4 November 2018

    Wah masih korea series ya Kak. Sekarang edisi istana. Kamu berapa lama sih kak di korea

LEAVE A COMMENT

lenifey
Indonesia

Lahir di Surabaya dan sedang menetap di Jakarta. Menyukai Traveling, Makan, Baca Buku dan K-Pop. Tertarik juga pada dunia beauty products seperti skincare dan lipen-lipenan. Mari berkenalan. Karena tak kenal maka tak sayang. XOXO

Desember 2018
S S R K J S M
« Nov    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31