Travel

Pengalaman Wisata Korea Selatan Hari Kedua (Gyeongbokgung, Gwanghwamun, Myeongdong, Namsan Tower)

on
9 Juli 2018

Perjalanan Korea Selatan hari kedua, saya dan teman-teman berencana ke Gyeongbokgung Palace, National Folk Museum, Gwanghwamun Square, Cheonggyeocheon Stream, Myeongdong dan Namsan Tower.

Hari itu jam 7 pagi kami sudah siap untuk sarapan sebelum berangkat wisata. Di tempat menginap kami untungnya sudah tersedia sarapan pagi. Cuma roti, selai dan jus jeruk aja sih. Cuma lumayan banget untuk backpacker irit kayak saya.

Kami buru-buru berangkat karena kami mengejar acara Changing Guard Ceremony yang diadakan jam 10 pagi. Btw acara Changing Guard Ceremony ini ada 2 kali sehari, yaitu jam 10 pagi dan jam 2 siang. Oh iya, Gyeongbokgung Palace ini tutup setiap hari selasa. Jadi perhatikan baik-baik penyusunan jadwal perjalanan anda. Untuk ke Gyeongbokgung Palace dari stasiun Hongik University, kami naik subway transit di Uljiro 3(sam)-ga (Line 3) lalu lanjut ke stasiun Gyeongbokgung keluar di Exit 5. Keluar dari stasiun, kita akan sudah langsung berada di kawasan Gyengbokgung Palace. Karena jam 10 masih lama, kami akhirnya masuk dulu ke dalam area istana sekalian foto-foto. Istana ini luas banget dan instagramable sekali. Enggak perlu kuatir kalo kamu solo traveling atau kalo mau foto bareng-bareng, di sana bertebaran petugas yang siap membantu kamu berfoto sampai puas dan mereka juga ramah-ramah. Biasanya petugasnya ini malah yang menawari apakah kita mau difoto atau tidak.

Gyeongbokgung Palace

Hasil Difotoin petugas Gyeongbokgung Palace

Kalau masuk ke dalam Gyeongbokgung Palace ini biaya masuknya sebesar 3000 won. Bisa juga membayar 10.000 won untuk paketan ke istana lainnya juga. Seinget saya paketan 10.000 won ini meliputi tiket masuk ke Gyeongbokgung Palace, Doksugung Palace, Changdeokgung Palace termasuk di dalamnya Secret Garden, Changgyeongung Palace dan Jongmyo Shrine. Kebetulan karena di ittinery saya mengunjungi 3 istana yaitu Gyengbokgung palace, Doksugung Palace dan Changdeokgung palace maka sekalian saja saya pakai tiket terusan yang harga 10.000 won. Tambahan lagi nih, kalo mau kece berfoto di istana bisa banget sambil menyewa hanbok di sana. Dan kalau kalian menggunakan hanbok bisa gratis masuk di semua istana yang ada di Seoul. Double kombo kan, dapet foto kece plus gratis biaya masuk istana. Yang bayar sewa baju hanboknya aja. Hahaha.

Gyeongbokgung

Ke Gyeongbokgung Memakai Hanbok

Jam 10 tepat ada bunyi-bunyi terompet, ini tandanya acara Changing Guard Ceremony sudah dimulai. Dulu kami cupu bangetlah nyariin tempat acaranya dimana enggak tahu. Jadi upacara ini dilakukan di halaman depan dekat pintu masuk yang mengarah ke Gwanghwamun Square. Jadi sesuai namanya ya Changing Guard Ceremony ini upacara pergantian shift penjaga di Gyeongbokgung. Habis upacara selesai kita bisa banget nanti foto-foto sama penjaga di sana. Setelah kelar nonton Changing Guard Ceremony karena kami belum selesai eksplore Gyeongbokgung ini akhirnya kami muter-muter sebentar.

Changing Guard Ceremony

Changing Guard Ceremony

Setelah capek muterin istana, sekitar pukul setengah 12 kami pindah lokasi ke National Folk Museum. Museum ini bentuknya bukan seperti museum yang saya bayangkan. Karena saya mengira saya akan memasuki ruangan besar dengan barang-barang antik korea. Ternyata National Folk Museum ini didesain seperti kota tua Korea. Jadi ada bangunan yang dibangun menyerupai rumah Korea jaman dulu lengkap dengan isi dalam rumah yang tentu saja seperti jaman-jaman kerajaan yang biasa saya tonton di drama korea. Bangunan lain dibangun menyerupai toko-toko perlengkapan Korea jaman lampau. Letak National Folk Museum ini ada dibagian belakang istana Gyeongbokgung. Ada petunjuk arahnya sih lewat pintu samping istana.

National Folk Museum

Replika rumah jaman kerajaan di National Folk Museum

Oh iya untuk yang muslim bisa banget sih kalo mau solat di National Folk Museum ini. Karena tempatnya enggak terlalu ramai jadi kalau mau solat pun enggak akan mencolok seperti kalau mau solat di Gyeongbokgung. Tapi jangan berharap di tempat ini ada musholanya ya. Jadi di National Folk Museum ini kebetulan di bagian belakang ada tempat duduk lebar (semacam dipan) buat piknik gitu. Nah bisa banget sih solat di atas situ.

Habis solat dan istirahat sebentar, saya dan teman-teman lanjut ke Gwanghwamun Square. Di sini adalah tempat biasanya orang berfoto dengan patung Raja Sejong dan Laksamana Yi Sun Shin. Dan jalan kaki dari National Folk Museum ke Gwanghwamun Square ini sungguh lah sangat jauh sodara-sodara. Jadi kalo mau ambil rute perjalanan seperti saya, ada baiknya mempersiapkan kaki dan mental anda. Hahaha. Jaman saya ke Korea untuk kedua kalinya, saya terpaksa skip National Folk Museum karena masih trauma jalan kaki yang super jauh menurut saya ini. Oh iya, pas saya kesana kebetulan di Gwanghwamun Square ini sedang ada semacam bazar barang kerajinan korea sama ada panggung musiknya. Kalau mau foto ala-ala di Shibuya Crossing Street yang di Jepang juga bisa banget di area ini. Menurut saya tempatnya ikonik sekali dan bagi yang pertama ke Korea jelas harus mengunjungi tempat ini.

Raja Sejong

Patung King Sejong Gwanghwamun Square

Berjalan lurus dari Gwanghwamun Square, akan terlihat monumen yang seperti keong, nah di sekitar monumen itu ada sebuah tempat ikonik lainnya di Korea. Chyeonggyeochoen Steam. Susah kan bacanya. Saya pun walaupun sudah di sana waktu itu enggak bisa melafalkan nama tempatnya dengan baik. Gwanghwamun Square dan Chyeonggyeochoen Steam ini dulunya enggak sebagus ini ya. Dahulu di tempat ini itu kumuh dan ruwet sekali. Tapi pemerintah Korea berhasil mengubah tempat ini menjadi tempat yang indah walaupun melalui perjuangan dan perjalanan yang tidak mudah. Di Korea sendiri Chyeonggyeochoen Steam ini menjadi semacam healing place, dimana kita bisa duduk sembari mendengarkan aliran air sungai mengalir. Tempatnya pun bersih sekali.

Cheonggyeocheon Stream

Cheonggyeocheon Stream, tempat asik untuk healing time

Sehabis dari Chyeonggyeochoen Steam karena hari sudah beranjak sore, kami bergegas ke Myeongdong. It’s Shopping Time. Hahaha. Untuk sampai ke Myeongdong, kami naik subway dari stasiun Gwanghwamun, transit di stasiun Dongdaemun History and Culture Park turun di stasiun Myeongdong keluar di Exit 5, 6, 7, atau 8. Di Myeongdong ini ada outlet skincare Korea yang bejibun jumlahnya dari merk yang sangat familiar di Indonesia semacam Etude House sampai yang namanya jarang terdengar semacam Banila.co tumplek di Myeongdong ini. selain itu ada macam-macam outlet baju juga seperti SPAO, UNIQLO juga macam-macam outlet fashion Korea yang lucu-lucu dan kekinian sekali. Di Myeongdong pun ada sejenis pedagang kaki 5 yang jualannya di jalan gitu dan yang dijual pun macam-macam ada kaos kaki lucu, Btw ini bisa banget dibuat oleh-oleh. Harganya kisaran 1000 won. Biasanya ada promo 10+1. Ada jual baju-baju juga dan lumayan murah. Biasanya paling murah kisaran 5000 – 10.000 won. Sebenarnya kalau dirupiahin tuh harga bajunya enggak semurah itu sih sekitar 50.000-100.000 rupiah. Tapi kalian harus coba beli fashion item disana kalo saran saya, bahannya enak dan beda walaupun belinya di kaki lima. Dan di sore menjelang malam hari, macam-macam street food korea berjejer menebarkan bau harum yang kalo kita lewat di depannya bikin ngiler terus. Kalo masalah halal sih dipertanyakan ya. Tapi kalo mau jajan, saran saya sih lihat saja pedagangnya jualan apa. Kalo sekiranya yang dijual enggak campur sama yang haram silahkan saja kalo mau makan. Dosa ditanggung masing-masing. Hahah.

Myeongdong

Shopping time di Myeongdong

sehabis muter-muter Myeongdong perut kami tiba-tiba menjerit minta diisi. Seperti biasa karena kami irit, akhirnya kami masuk ke convinient store dan beli nasi kepal. Kami makan di depan convinient store sambil mikir bagaimana cara ke Namsan Tower. Ketika kami sedang duduk sambil buka bungkus nasi kepal, kami sebenarnya enggak tau cara buka bungkusnya. Lalu ada bapak sopir taksi yang kebetulan sedang istirahat juga melihat kami yang sungguh cupu ini tidak bisa membuka bungkus nasi kepal dan akhirnya dibantuin.Padahal si Bapak bahkan tidak bisa berkomunikasi dengan kami karena enggak paham bahasa inggris. Ah, kadang yang bikin kangen traveling tuh ya yang kayak gini, padahal cuma dikasih tahu cara buka bungkus nasi kepal saja saya sudah baper. Hahah.

Sebenarnya waktu itu kami galau mau ke Namsan Tower hari ini atau besoknya. Karena to be honest kami sudah capek sekali jalan kaki dari pagi. Terus saya sebenernya pengennya dapat view terang di Namsan. Kalo seandainya kami berangkat hari ini sudah pasti kami sampai Namsan sudah gelap. Tapi karena kami ingin strict sama jadwal, akhirnya kami bergegas ke Namsan. Kami jalan kaki dari Myeongdong ke Namsan Tower. Saya lupa rutenya, yang pasti jauh sekali sepertinya lebih dari 1 km jalannya. Waktu itu saya tanya rute ke Namsan Tower di Tourist Information Center.

Kami sampai di lokasi cable car Namsan Tower setelah jalan kaki lumayan jauh dengan jalanan yang menanjak. Bikin kaki makin ngilu. Untuk sampai ke lokasi cable car kita akan antri naik lift yang miring dan nanjak. Tiba di gedung tempat cable car, kami masih harus naik tangga sekitar 3 lantai dan antrian yang super panjang untuk naik ke cable car ini. Oh iya bayar tiketnya 8500 won pulang-pergi.

Namsan Tower

lift miring di Namsan Tower

Di dalam area Namsan Tower saya sudah capek parah. Sampai-sampai foto pun sambil glosotan di lantai. Kami bertiga hanya menghabiskan waktu kurang dari 1 jam bahkan di Namsan Tower. Bawaannya ingin cepat-cepat pulang ke penginapan dan bobok. Haha. Segitu pas kami pulang, kami masih harus mencari stasiun Myeongdong karena kami nyasar terus pas lewat undergrond shopping centernya. Alhamdulillah rejeki anak sholehah, kami diantar seorang bapak sampai ke depan pintu stasiunnya. Padahal bapak itu bahkan enggak mau ke stasiun.

Sekian cerita hari kedua di Korea. Sampai jumpa di cerita hari ketiga.

TAGS
RELATED POSTS
74 Comments
  1. Balas

    Novita

    9 Juli 2018

    Lucuk lucuk….Kangen ke Korea lagi jadinya hahaha

    • Balas

      Lenifey

      9 Juli 2018

      kak DP blognya itu taemin bukan sih? apadah malah salah fokus. hihihi

  2. Balas

    Maria Widjaja

    9 Juli 2018

    Aku belum pernah menginjakkan kaki di Korea lantaran aku selalu bingung mau ngapain. Namun setelah membaca artikel ini, kayaknya Korea tuh worthy to pay a visit. Thank you for sharing yah.

    • Balas

      Lenifey

      9 Juli 2018

      biasanya kalo yang baru ke Korea kayak aku pasti ngejarnya pengen lihat semua yang hits dan mengisi album foto untuk setahun kedepan. hahah. tapi kalo aku pribadi pengen ke korea lagi karena pengen belanja skincare dan kosmetik disana. hihihi

  3. Balas

    Maya Nirmala Sari

    9 Juli 2018

    Menjelajahi Gyeongbokgung Palace, National Folk Museum, Gwanghwamun Square, Cheonggyeocheon Stream, Myeongdong dan Namsan Tower emang seru banget yaa. Baca ceritamu jadi pengen buru-buru nyusul ke sana juga. Lama-lama bosen juga klo cuma lihat dari drama korea, hahaha.

    • Balas

      Lenifey

      9 Juli 2018

      rute ini disarankan buat yang kuat jalan kak. hahah. aku kalo disuruh ngulanginnya lagi ogah bikin rute kayak begini. ahahah

  4. Balas

    Derus

    9 Juli 2018

    Cerita ke korea emang ga ada habisnya yaa, kayak drama korea aja penuh series.. Cheonggyeocheon Stream itu keren bgt yaa, pdhl dulunya sempet ditutup sungainya dan jadilah sebagus itu

    • Balas

      Lenifey

      9 Juli 2018

      Iya bang de.. kalo cuaca lagi enggak dingin, nongkrong disana enak sekaliiih.. enggak ada abisnya ini baru hari ke-2. haha

  5. Balas

    Kalena Efris

    9 Juli 2018

    Aku ngebayangin pake hanbok terus foto-foto di National Folk Museum masyaaaa. Pasti kece banget 😍😍

    • Balas

      Lenifey

      9 Juli 2018

      hooh kalo ke Korea emang saran aku sih nyewa hanbok 2-4 jam lah #forthegram. hahah

  6. Balas

    Deny Oey

    9 Juli 2018

    Mau dibikin berapa part nih ?
    Apa 1 hari 1 part kayak si Titi.. 😁😁

    • Balas

      Lenifey

      9 Juli 2018

      sebenernya kuingin 1 bab kelar den. cuma ya bakal panjang banget dah. maklum ini kan perjalanan 1 minggu. tar jepang gue bikin 1 hari 1 part juga. hahah. ampe lo bosen baca ceritanya. wkwkw.

  7. Balas

    Antin Aprianti

    9 Juli 2018

    Liat foto Gyeongbokgung Palace jadi inget drama korea kolosal gitu deh len tapi lupa judulnya apa. Kalo nggak salah yang main Lee Jung Ki, iya bukan sih? *eh malah bahas drakor hehe

    • Balas

      Lenifey

      9 Juli 2018

      Iya memang rata-rata Drama Kerajaan mainnya di Gyeongokgung dek antin. yang pemainnya park bogum juga. duh lupa ih judulnya. nerusin bahas drama. hahah

  8. Balas

    Amelia Arianto

    9 Juli 2018

    Wah aku juga ada plan mau ke korea nih. Boleh minta full itinerary gak ka?

  9. Balas

    Amelia Arianto

    9 Juli 2018

    Wah aku juga ada plan ke korea nih. Boleh bagi full itinerary gak ka?

    • Balas

      Lenifey

      9 Juli 2018

      Boleeh2.. Japri Aja ya.. atau kirim email..heheh..

  10. Balas

    Citra Rahman

    9 Juli 2018

    Seru banget kak Leniii…. Jalan-jalan jauh dan mahal gini emang harus serba diniatin banget ya. Mau ke mana-mana dan makan apa harus irit dan semua itinerary harus dilewatin supaya enggak rugi-rugi banget udah perjalanan jauh. Ditunggu catatan perjalanannya yang lain ya… 😀

    • Balas

      Lenifey

      10 Juli 2018

      hooh kak ocit maklum backpacker irit.. jadi maunya tuh dapat banyak dan murah. hahah

  11. Balas

    elsalova

    9 Juli 2018

    hanyongaseo, hanyongaseo, eh apa artinya ya. haha
    Aku jatuh cinta liat suasananya, adem. hmmmm

    • Balas

      Lenifey

      10 Juli 2018

      Anyeonghaseyo artinya kayak hai gitu kak.. iya adem deh kak waktu itu soalnya musim gugur jadi suhunya di angka 10-15 derajat

  12. Balas

    Taumy

    10 Juli 2018

    Keren. Selalu ada campur tangan yang diatas dalam setiap perjalanan. Terimakasih sudah sharing. Lain kali kalau sudah lelah, mending istirahat. Jangan terlalu berpatokan dengan itinerary 😀

    • Balas

      Lenifey

      10 Juli 2018

      iya bang, sekarang-sekarang ini lebih menikmati kalo jalan dan gak ngoyo. karena pengen dapat kesan mendalamnya.suka terharu kalo pas ditolongin orang. apalagi yang mau nolongin walaupun komunikasi aja enggak lancar karena gak paham bahasa.

  13. Balas

    Kartini

    10 Juli 2018

    National Folk Museum itu yg suka dijadiin tempat shoot drama2 kolosal yah? Dan bbrp tempatnya kayak ada di drama fullhouse thailand version. Hihi

    • Balas

      Lenifey

      10 Juli 2018

      bisa jadi sih kak. soalnya national folk museum ini tempatnya pas banget belakang gyeongbokgung yang sering dipakai syuting drama kolosal juga.

  14. Balas

    Iqbal

    10 Juli 2018

    Dibilang bahannya beda, jadi penasaran pengen beli baju di sana

    • Balas

      Lenifey

      10 Juli 2018

      iya kak beda bahannya. bahkan kaos oleh-oleh yang tulisan ilove korea pun walaupun harganya 30.000 rupiah bagus deh. adem gitu. dan bahannya enggak kasar kayak saringan tahu. hihihi

  15. Balas

    Rama Murtaba

    10 Juli 2018

    Wah korea selatan, sampai saat ini belum pernah kesampaian mengunjungi negara yang satu ini. Terima kasih kak informasinya, bisa dijadikan referensi nih.

    • Balas

      Lenifey

      10 Juli 2018

      mungkin kalo cowok rada mikir-mikir kalik ya kalo mau ke korea. mending ke jepang. haahha. soalnya di jepang tuh ada tempat yang jual gundam gitu. cowok sekali. hahah

  16. Balas

    Puspa Harahap

    10 Juli 2018

    Ditunggu episode ketiga nya ya ka 😂

    • Balas

      Lenifey

      10 Juli 2018

      siap kaak…

  17. Balas

    Nunik Utami

    10 Juli 2018

    Aku takjub banget lho sama para petugas istana. Orangnya tinggi2 banget. Sampe ngeliatin terus, karena aku heran, itu orang beneran apa bukan, kok tinggi badannya bisa dua kali tinggi badan aku. Ini kan, Asia. Kalo Eropa sih nggak heran 😀
    Eh, kamu ngomongin kaus kaki, aku tuh sampe skrg gak pernah bisa move on sama kaus kaki di sana. Cakep2, lucu2, dan murah2 banget. Waktu itu aku beli 20 kaus kaki. 17 kaus kaki biasa, 3 kaus kaki musim dingin. Dan skrg aku kepengen lagi beli kaus kaki di sana. Ahhahaha…
    Btw, aku usul, nanti bikin artikel per tempat wisata juga, biar detail dan fotonya banyak.

    • Balas

      Lenifey

      10 Juli 2018

      Iya mbak nunik.. yaampun itu penjaga gyeongbokgung tinggi parah. hahah. iyaa aku kemaren juga borong kaos kaki 15 biji untuk diri sendiri. abisan tebel, murah dan lucu sekali. hihihi
      Akutuh galau mau nulis satu-satu tempatnya takut kelamaan bahas korea-koreaan ini. hahah. mungkin akan ku pikirkan lagi bagaimana metode menulis korea-korean ini supaya detail dan lebih informatif. terimasih sarannya mbak nunik

  18. Balas

    Yunita Tresnawati

    10 Juli 2018

    Membaca artikelmu, Dek membuatku serasa ada dalam drama Korea. National Folk museum dan patung King Sejong itu ingin sekali kukunjungi sambil menatap oppa berwajah jauh lebih halus dari wajahku yang terkena sunburn di Vietnam ini. Kupastikan harus segera ke Korea Selatan apalagi semenjak Team sepakbola Korsel mampu melibas der Panser. Salam buat oppa kece yang fotoin kamu ya. Hehhehe

    • Balas

      Lenifey

      10 Juli 2018

      kaak plis kak..kamu membuatku patah hati lagi inget jerman dilibas oppa2 di piala dunia. hahah..
      kalo dikorea akutuh selalu merasa gembel disandingkan dengan mbak-mbak yang bertampilan modis. ahahah.

  19. Balas

    Dayu Anggoro

    10 Juli 2018

    Baca cerita ini serasa ikut merasakan main ke Korea Selatan, kapan-kapan ke Korea Utara yuk lah HAHAHAHAHA.

    • Balas

      Lenifey

      10 Juli 2018

      gue hampir nyampe ke perbatasan korea selatan day gara-gara kelewatan pas naik kereta. wkwkwk udah hampir mampir tuh gue ke korut

  20. Balas

    Agusonpapers

    10 Juli 2018

    bisikin dong…buat selama disana abis budged berapa…plus jajan jajan cemilan..cemilan ya bukan belanjaan.

    • Balas

      Lenifey

      10 Juli 2018

      hahah.. aku tuh sama belanjaan aja total semuanya less than 10 milion loh kak.. itupun karena aku kenak pesawatnya about 4.1 milion. kalo pesawatnya dibawah itu mungkin lebih murah lagi.

  21. Balas

    Ristiyanto

    10 Juli 2018

    Cheonggyeocheon ini ejaannya gimana? Kalau di Indonesia mungkin sudah dianggap bahasa alay. Bukan gitu Beb-nya mbak Titi.

    • Balas

      Lenifey

      10 Juli 2018

      kalo dibaca secara korea sih bacanya cong-gyo-con jadi eo dalam bahasa korea itu suka jadi o aja mas ris bacanya e nya samar.. alay emang nulis nya banyak bacanya gitu doang. hahaha.

  22. Balas

    Hayati

    10 Juli 2018

    Dan aku ikut baper baca di bagian yang si bapak kasih tau cara buka bungkus nasi kepal.

    • Balas

      Lenifey

      10 Juli 2018

      hooh kak.. padahal cuma ngasih tau cara buka bungkus nasi kepal. terus pas kita berhasil bapaknya ikutan ketawa gitu soalnya kita kan langsung ketawa gara-gara berhasil. cupu sekali kalo inget. hahah.

  23. Balas

    Dewi Setyowati

    10 Juli 2018

    traveler kocak begini nih yaa… gelosoran segala.. btw korea selatan itu akan tetap menjadi kenangan sebagai jalan ketemunya aku dan dia..bukan di korea, tapi di jalan menuju korea hahahaa..

  24. Balas

    Eka Rahmawati

    10 Juli 2018

    Kak Leni, ceritanya bikin envy yaaa hahahaha

    • Balas

      Lenifey

      11 Juli 2018

      kuy jalan-jalan ke korea selatan. hihihi

  25. Balas

    Budi Setiadi

    10 Juli 2018

    Gak pernah punya bayangan mau ke korea, kok setelah baca artikel ini jadi penasaran pengen kesana..

    • Balas

      Lenifey

      11 Juli 2018

      buat cowok mungkin bisa coba ke mount seorak kak. kalo musim gugur bagus deh. temenku dulu gasuka ke korea. abis aku ajakin kesana dia seneng. hahah

  26. Balas

    Putri Reno

    10 Juli 2018

    Gyeongbokgung Palace, National Folk Museum, Cheonggyeocheon Stream, Namsan Tower. Hampir semua tempat itu muncul di film drama korean yang saya tonton. Drama korea dibuat seakan sekalian mempromosikan wisata di sana ya!. Seperti lokasi film winter sonata yang malah jadi objek wisata.

    Tapi sampai saat ini belum ada keinginan buat ke korea ga tau kenapa. Kakakku dan teman teman udh berapa kali ngajak aku, aku jawab belum tertarik. Loh kok malah curhat. Maaf ya.

    • Balas

      Lenifey

      11 Juli 2018

      aku dulu punya seorang teman yang gak tertarik juga pergi kekorea. tapi waktu itu aku ngajakin dia ke gunung dan dia mau ke korea. terus dia suka wiskul dan doyan banget jajan street food dikorea.

  27. Balas

    Inez

    11 Juli 2018

    berasa kaya di tempat film korea yg jewel in palace

    • Balas

      Lenifey

      11 Juli 2018

      iya ya kak. apalagi kalo pake hanbok berasa kayak putri kerajaan. haha

  28. Balas

    kelanakucom

    11 Juli 2018

    Seru banget jalan2 di Korea. Itu kayaknya kalau ke syurganya skincare bisa khilaf ya.. OMG nabung yang banyak 🙂

    • Balas

      Lenifey

      11 Juli 2018

      sebenernya kalo kata aku gak signifikan banget sih harga skincarenya. yang nyenengin tuh karena mereknya macem-macem dan bisa colakcolek dikonternya. hihihi

  29. Balas

    Eka Rahmawati

    11 Juli 2018

    Mba Leni ceritanya bikin envy heheeheh

  30. Balas

    swwmutiara

    11 Juli 2018

    Wuah seru banget jalan-jalan Koreanya Kak Lenny. Kalo balik ke sana lagi berkabar yah, aku mau nitip… Hahaha… Anw, seneng tahu ternyata bisa solo travel dengan mudah juga kalo ke sana, mostly orang Korea nya mudeng English ga sih? Keinget ada solo traveler di Jogya asal Ausie yg hrs pake monkey language pas mau beli tiket di Indo*****. Boleh minta info saat itu nilai kursnya brp? Terima kasih.

    • Balas

      Lenifey

      11 Juli 2018

      sebenernya enggak banyak yang mudeng bahasa inggris kak. banyak yang kabur juga kalo aku mau tanya. haha. waktu itu kursnya 1 won = 12.3 rupiah

  31. Balas

    wulan

    11 Juli 2018

    ini bakal seru banget kalo bisa foto-foto pake hanbook sih ya. pasti lucu hahahhaha…

    • Balas

      Lenifey

      11 Juli 2018

      harus pokonya kak kalo kesana tuh sewa hanbok. biar puas foto-fotonya

  32. Balas

    Achmadi Anggi

    11 Juli 2018

    Wah keren nih pengalaman backpacker ke korea, semoga suatu saat bisa kesana juga

    • Balas

      Lenifey

      11 Juli 2018

      duh ini mah aku yang envy ama kaka madi sudah banyak tempat yang dikunjungi

  33. Balas

    Arlindya Sari

    11 Juli 2018

    Noted lah tulisannya buat referensi aku kalau sewaktu-waktu jalan ke Korea. Walaupun sebenernya aku gak tertarik…haha

    • Balas

      Lenifey

      11 Juli 2018

      ada temen dulu gak tertarik kak. pas aku ajakin ternyata doi suka juga

  34. Balas

    Lisa Fransisca

    11 Juli 2018

    Duh, susah banget ya Kak pelafalan nama-nama tempat di Korea. Btw, servis petugas Gyeongbokgung Palace keren! Kece banget ngambil fotonya.

    • Balas

      Lenifey

      11 Juli 2018

      iya kak.. tapi tbh buat aku lebih susah ngapalin nama-nama jalan di jepang. hahah. entahlah mungkin karena lebih enggak familiar dikuping aku karena aku kan suka nonton drama korea. hahah

  35. Balas

    Tuty prihartiny

    11 Juli 2018

    Dengerin cerita liburan kak Leni ke Korsel aja saya dah berasa ke sana. Semoga saja tahun depan bisa ke sana. Penasaran nih naik lift miring ..Sesuatu banget ndak mbak?

    • Balas

      Lenifey

      11 Juli 2018

      sebenernya enggak berasa apa-apa kak tuty. tapi lucu aja gitu penampakannya. duh saya mah begitu. ngeliat yang aneh dikit seneng.. hihhi

  36. Balas

    eka siregar

    11 Juli 2018

    setiap baca cerita mbak leni saya jadi pengen banget ke sana lagi. duhhhh…. ada yang mau ngajak berangkat ke sana gak ya?

  37. Balas

    Lala Yusuf

    11 Juli 2018

    Dan aku malah penasaran kisah driver taxinya. Gimana coba? Dia beli nasi kepal dan meragakan depan kalian atau ambil nasi kepal kalian dan bukain? Secara bahasa jadi kendala.

  38. Balas

    Diah Sally M

    11 Juli 2018

    Dari tadi baca tulisan tentang liburan di Korea. Jadi, pengen ke Korea.

    But anyway, Ka Leni ke Korea nya barengan sama Mbak Nunik kah? Hahaha

  39. Balas

    fajar

    11 Juli 2018

    jadi pengen berwisata ke korea selatannn

  40. Balas

    rizki rakhmat

    11 Juli 2018

    seru ke korsel.. mau ketemu ah jung hwan aaah.. apa snsd ya dsana d temuin dmn len?? kalo ke jepang aja berapa ya abisnya?

  41. Balas

    Nasa

    11 Juli 2018

    Seru yah… Itu yg museumnya bentuknya rumah jaman dulu ya. Antik bner. Jalan2nya bner2 jalan ampe tepar ya wkwk

  42. Balas

    Titi

    12 Juli 2018

    pengen ketawa baca2nya, bukan isinya. Gua jd kebayang pas ke sana sama lo, si sotoy luar biasa. hhe. Bete kdinginan, kelaparan, fto blur mlu, hha. but I miss that moment

LEAVE A COMMENT

lenifey
Indonesia

Lahir di Surabaya dan sedang menetap di Jakarta. Menyukai Traveling, Makan, Baca Buku dan K-Pop. Tertarik juga pada dunia beauty products seperti skincare dan lipen-lipenan. Mari berkenalan. Karena tak kenal maka tak sayang. XOXO

Desember 2018
S S R K J S M
« Nov    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31