Review Buku

REVIEW [SUKA-SUKA] : NOVEL DAN BROWN ORIGIN

on
26 Januari 2018
DAN BROWN ORIGIN

Source by google

Sebagai penggemar novel-novel Dan Brown, kemunculan Origin tentunya sudah saya nantikan sekali. Setelah menunggu hampir 2 tahun dari novel terakhir Dan Brown yang berjudul Inferno terbit. Walaupun sempet galau ya pas mau beli karena harganya yang super duper mahal itu. Tapi akhirnya bungkus juga. *crying*

Picture1

Harga Origin di salah satu bookstore online

Berikut ini adalah sinopsis dari yang dikutip dari novel Origin.

Siapapun dirimu

Apa pun keyakinanmu

Semuanya akan berubah.
Bilbao, Spanyol

Robert Langdon, profesor simbologi dan ikonologi agama Universitas Harvard, tiba di Museum Guggenheim yang supermodern untuk menghadiri pengumuman besar tentang penemuan yang “akan mengubah dunia sains.” Tuan rumah acara malam hari itu adalah Edmond Kirsch, seorang miliuner dan Futuris berusia empat puluh tahun. Kirsch adalah sosok yang terkenal di seluruh dunia, berkat penemuan-penemuan teknologi tingkat tingginya yang mengagumkan, serta prediksi-prediksinya yang berani. Dia juga merupakan salah satu mahasiswa Langdon dua puluh tahun yang lalu, dan sekarang dia akan mengungkap suatu terobosan yang mencengangkan  yang akan menjawab dua pertanyaan fundamental terkait eksistensi manusia.
Begitu acara dimulai, Langdon dan beberapa ratus hadirin lainnya terpukau oleh pemaparan yang begitu orisinil, dan Langdon menyadari bahwa ini akan jauh lebih kontroversial daripada dugaannya. Namun acara yang telah diatur dengan amat cermat itu tiba-tiba kacau balau, dan penemuan berharga Kirsch nyaris hilang selamanya. Terguncang dan menghadapi bahaya besar, Langdon terpaksa melarikan diri dari Bilbao. Dia didampingi oleh Ambra Vidal, sang direktur museum yang bekerja sama dengan Kirsch untuk menyelenggarakan acara. Keduanya bertolak ke Barcelona untuk mencari password teka-teki yang akan mengungkap rahasia Kirsch.
Menyusuri koridor-koridor gelap sejarah rahasia dan agama ekstrem, Langdon dan Vidal harus menghindari lawan yang sepertinya tahu segalanya, yang kemungkinan didukung oleh pihak Istana Kerajaan Spanyol yang tidak akan melakukan apa pun untuk membungkam Edmond Kirsch. Mengikuti jejak-jejak tersembunyi dalam karya seni modern dan beragam simbol misterius, Langdon dan Vidal menemukan petunjuk-petunjuk yang pada akhirnya membawa mereka berhadapan dengan penemuan Kirsch dan kenyataan mencengangkan yang selama ini tidak kita ketahui.

Seperti novel-novel Dan Brown yang sudah-sudah, pembaca akan diajak untuk memecahkan teka-teki dan rahasia dari tokoh yang terbunuh. Baik itu siapa pelakunya, maupun rahasia apa yang tidak jadi terungkap gara-gara si tokoh terbunuh sebelum mengungkapkan rahasia. Ini tipikal alur cerita Dan Brown dihampir semua novelnya, terutama novel “Robert Langdon series” (Davinci Code, Angel and Demon, Lost Simbol, Inferno). Satu lagi tipikal novel “Robert Langdon series” juga yaitu dalam memecahkan teka-teki Profesor Langdon ini pasti ditemani sama tokoh utama wanita. Macam James Bones. Ehm. hahaha.

Jadi seperti yang tertulis di sinopsis, kalau kolega, yang dulunya juga mantan murid Robert Langdon, Edmond Kirsch, terbunuh sebelum mengumumkan temuan spektakulernya. Temuan spektakuler nya ini kalo boleh spoiler dikit  “katanya” akan menjawab pertanyaan fundamental “dari mana asal kita” dan “kemana kita akan pergi”. Tapi karena si Futuris ini terbunuh, temuannya akan terancam menghilang selamanya. So, Robert langdom seperti biasa, sok super hero, akan mencoba membantu menemukan temuannya si Futuris ini, yang tersimpan secara rahasia dalam sebuah sistem dengan sandi rumit. Di novel ini sayangnya, menurut saya pribadi, tugas Robert Langdom terbilang tidak serumit di novel sebelumnya. Karena tugasnya di novel yang sekarang hanya memecahkan satu sandi saja untuk membuka sistem penyimpanan data Edmond Kirsch. Itupun sandi tersebut didapatkan dengan cara yang relative mudah, tidak seperti sandi ketika membuka cryptex sewaktu di novel Davinci Code. By the way, sebenernya saya rada bingung umur si Profesor ini berapa. Soalnya Edmond Kirsch, yang notabene adalah siswanya saja sudah berumur 40an tahun.

Kalo di novel Inferno, Dan Brown mengajak pembacanya berkeliling ke tempat-tempat bersejarah di Turki. Kali ini si Penulis ngajakin kita jalan-jalan di Spanyol mengunjungi tempat-tempat bersejarah yang keren disana. Dulu gara-gara baca Inferno, saya jadi pengen ke Hagia Sofia di Turki karena penggambarannya yang super keren di novel itu. Pas saya search di Google tentang Hagia Sofia, saya jadi pengen beneran kesana. Kalo di novel Origin ini, saya jadi tertarik sama museum Guggenheim yang diberi penghargaan arsitektur terbaik (kalau saya tidak salah baca) dan Sagrada Familia, yang konon katanya sudah dibangun sejak tahun 1882 dan sampai saat ini masih terus mengalami pembangunan dengan perkiraan selesai 2026, tepat 100 tahun kematian Antoni Gaudi, sang arsitek.

Untuk novel ini, Dan Brown juga banyak membahas tentang karya seni ciptaan Antoni Gaudi yang keren banget ya ide penciptaan karya seninya. Bapak Gaudi ini, dalam merancang sebuah bangunan, menciptakan karya seni dengan bentuk-bentuk alam. Jadi saya selagi baca, sembari browsing juga pengen tahu karya-karya Gaudi yang digambarkan di buku apakah se spektakuler itu. Hahah.

Kenampakan Sangrada Familia yang super kece. Source by Google

Sejujurnya, saya rada kurang puas baca novel ini. Setelah menunggu 2 tahun lamanya, Dan Brown menulis novel ini. Saya jadi ekspektasi berlebihan terhadap novel ini. Dengan kemampuan Dan Brown melakukan riset, biasanya saya akan sangat puas baca novel-novel beliau. Pas baca Inferno, saya sampai merinding ketika membayangkan beberapa scene yang terjadi di buku. Tapi sayangnya ini tidak terjadi pas baca buku ini. Nggak tahu kenapa, saya juga merasa alurnya sedikit lambat. Mungkin Dan Brown pengen eksplorasi gaya menulis juga #soktau #sokpositip.

Terus nggak tahu kenapa ya, saya kok merasa bisa menebak alur ceritanya dari sinopsisnya. Buat yang selalu mengikuti novel Dan Brown, pasti tahu cara Dan Brown melakukan twist siapa dalang dibalik kekacauan dalam cerita. Dan di novel ini, setelah baca sinopsisnya plus baca beberapa babnya, saya sudah bisa menebak siapa si troublemaker sesungguhnya.

Tapi dibalik kekurangpuasan saya dengan novel ini, ketika membaca dan selesai membaca, saya jadi melakukan perenungan tentang “siapa kita, “dari mana asal kita” dan “kemana kita akan pergi”. Kalau dalam agama saya, Islam, semua jawaban pertanyaan ini sudah jelas ada dan tercantum dalam Kitab Suci Al-Quran. Namun setelah membaca buku ini, saya jadi diingatkan lagi tentang Tuhan yang sebegitu sempurnanya menciptakan alam semesta ini.

Ditambah lagi Dan Brown menceritakan beberapa teknologi luar biasa yang saya saja masih nggak mampu bayanginnya.  Ternyata di luar sana ilmuwan sudah mengembangkan teknologi sejauh itu dan sekeren itu. Dan memberi kita sebuah gambaran, akan seperti apa manusia dan teknologi dimasa yang akan datang.

Kalau saya disuruh kasih nilai dari 1 – 10, secara overall saya ingin menilai Origin 8,9. Rada subjektif sih ya. sebenernya bagus, ini hanya penilaian saya karena merasa nggak sesuai ekspektasi saya saja. Apakah layak baca? of course Yes. You will find many interesting things here. Banyak tempat bersejarah, museum, atau istana kerajaan kece yang bisa jadi wishlist kunjungan kalo ke Spanyol. Eh by the way, emang bisa ya masuk kerajaan? (ngarang dasar. haha). bisa jadi bahan perenungan juga mungkin seperti saya tentang ciptaan Tuhan yang luar biasa sempurnanya dan bisa ngasih pencerahan juga bagaimana manusia dan teknologi akan bekerja sama kedepannya.

 

So, selamat membaca novel Dan Brown Origin, ya. Dan semoga saya nggak spoiler parah.

 

TAGS
59 Comments
  1. Balas

    Nunik Utami

    26 Januari 2018

    Aku kurang suka novel yg ceritanya bunuh2an. Tapi Dan Brown yg ini kayaknya menarik. Cob ah nanti baca2. Makasih ulasannya ya

    • Balas

      lenifey

      26 Januari 2018

      Bunuh-bunuhan nya dikit aja kok ka nunik.. hehe.. banyak teka teki nya..

  2. Balas

    dssetyowati

    26 Januari 2018

    Suka cerita mistery.. terutama yang enggak mudah ditebak. Tapi ini sepertinya lebih ke cerita science-nya ya Len dibanding detektif-2an nya? hehehe…

    • Balas

      lenifey

      29 Januari 2018

      Di beberapa buku dan brown suka susah ditebak memang kak.. gakpaham sih kenapa yang ini saya bisa nebak 😔😔 kurang surprise jadinya

  3. Balas

    lenifey

    26 Januari 2018

    Iya kak.. Kalo yang origin ini menurut aku rada kurang gitu kak misteri2anny.. tapi science2nya kece2 gitu..

  4. Balas

    ndarikhaa rie

    27 Januari 2018

    Pas dirimu bilang ada museum2 gtu koq jadi seru ya? Hagia Sofia ini Aya Sofia bukan sik? Ihhh itu kan eksotis!!😍😍

    • Balas

      lenifey

      27 Januari 2018

      Iyaa kak aya sofia.. eksotis ya.. pengen banget ke sana 😍😍

  5. Balas

    Arlindya

    27 Januari 2018

    Wah aku jadi tertarik sama novel Dan Brown nih. Aku suka cerita yg misterius gini apalagi gak fiksi bgt ya krn ada risetnya. Apalagi ttg asal usul manusia, jd penasaran.

    • Balas

      lenifey

      29 Januari 2018

      Iya kak.. dijelaskan tentang beberapa riset ilmiah tentang penciptaan makhluk hidup

  6. Balas

    kartinismayanti

    27 Januari 2018

    Aku pasti harus baca minimal 3x dulu baru mudeng. 😁

    • Balas

      lenifey

      27 Januari 2018

      Aku juga lama kak yang novel origin ini bacanya.. suka diulang2 dulu kalo awal2 😊😊

      • Balas

        kartinismayanti

        27 Januari 2018

        Iya kak kl dipaksa terobos, rampung sih tp ga ngerti 😀

  7. Balas

    Achi hartoyo

    27 Januari 2018

    pertanyaan fundamental “dari mana asal kita” dan “kemana kita akan pergi” dalam filosofi Jawa dijawab: sangkan paraning dumadi alias Tuhan

  8. Balas

    ristiyanto

    27 Januari 2018

    Leni sukanya yg berupa teka-teki? Wajarlah perempuan memang seperti teka-teki, susah dimengerti.
    BTW, bacaan dan filmnya berat-berat. Kalau saya males mikir rumit hahaha…

    • Balas

      lenifey

      27 Januari 2018

      Duh aku ngakak deh baca komen mas ris..

  9. Balas

    www.ekasiregar.com

    27 Januari 2018

    Meski kata leni kurang begitu seru dibanding yg sebelumnya.. tetep aja saya pengen minjem bukunya.. pinjem yaaaaaa… hehehehe

    • Balas

      lenifey

      29 Januari 2018

      Kasih..tidak.. kasih.. tidak.. hahaha..

  10. Balas

    tutyprihartiny06

    27 Januari 2018

    Hi kak Leni… Tks ya review nya, sebagai bukan pembaca novel, saya jadi tertarik..apalagi penyuka novel genre seperti ini yah… Seru dan bikin penasaran

  11. Balas

    Iqbal

    27 Januari 2018

    Udah ada novelnya, tapi gak kebaca2, tebal dan bahasa inggris, jadi agak malas hehee

    • Balas

      lenifey

      29 Januari 2018

      Wow kaka punya yang bahasa inggris? Duh lah saya juga akan nyerah sih kalo begitu 😁😁

  12. Balas

    taumyalif

    27 Januari 2018

    Terimakasih ulasannya. Selama ini belum pernah baca novel karya Dan Brown sih. Sekarang, tertarik untuk membacanya.

    • Balas

      lenifey

      29 Januari 2018

      Sama2 bang taumy 😊😊

  13. Balas

    Tengku Mahesa Khalid

    27 Januari 2018

    Scr pribdi gw kurang suka baca novel krn sedikit gambarnya 😁. Tp nice share.

  14. Balas

    airin

    27 Januari 2018

    Berat.. ahhaha

  15. Balas

    Maya Nirmala Sari

    27 Januari 2018

    Karya dan Brown keren-keren semua ya.. ngga diragukan lagi deh, aku pasti selalu menanti-nanti karya berikutnya.

    • Balas

      lenifey

      29 Januari 2018

      Iya kak.. risetnya beliau juara sekali memang

  16. Balas

    Citra Rahman

    27 Januari 2018

    Aku juga suka banget sama seri Robert Langdon ini. Sampe filmnya juga. Tapi pertanyaan besarnya adalah apakah semua yang ditulis ini ga hanya sains yang dibalut fiksi atau fiksi yang di-sains-kan?

    • Balas

      lenifey

      28 Januari 2018

      Nah kadang saya juga bingung kak.. mana yang fiksi mana yang nyata.. cuma kalo sesuai disclaimernya beliau sih aku mikirnya ini sains sesungguhnya.. jadi penasaran lagi.. mungkin harus di kroscek dulu sepertinya

  17. Balas

    nasa

    28 Januari 2018

    Dan brown baru yang davinci code doang yg dah baca. Suka bget. Sampai terobsesi bacanya.
    Yg ini sepertinya mebarik. Moga nnti bisa beli

    • Balas

      lenifey

      29 Januari 2018

      Iya davinci code emang hype sekali dulu ya kak.. kalo davinci code tuh emang tegang sekali kejar2annya.. plus teka teki nya banyak.. kalo dibandingin sama origin, davinci code adrenalin bacanya masih juara kalo pendapat pribadi.

      • Balas

        nasa

        29 Januari 2018

        Iya bener, sampe ketipu tipu kita. Alurny g ketebak

  18. Balas

    EkaRahmawatizone

    28 Januari 2018

    Aku belum pernah baca novel Dan Brown. Harga2nya itu lho yang bikin mikir hehehe. Tapi makasih ya Mba Leni atas reviewnya, jadi punya gambaran sedikit ttg buku Dan Brown hehe

    • Balas

      lenifey

      28 Januari 2018

      Iyaa kak harganyaa emang bikin nangiis

  19. Balas

    zen

    28 Januari 2018

    Kalau gue lebih suka baca buku yg ringan² saja yang mudah di mengerti

    • Balas

      lenifey

      28 Januari 2018

      Saya juga suka kak 😀😀

  20. Balas

    Antin Aprianti

    28 Januari 2018

    Belum pernah baca buku Dan Brown, jadi penasaran terus pengin pinjem 😀

    • Balas

      lenifey

      28 Januari 2018

      Pinjemin gak yaaa 😁😁

  21. Balas

    Kharina Windi

    28 Januari 2018

    Aku belum pernah baca novel ini, tapi kayaknya seru soalnya pas kakak baca dan selesai baca bisa jadi ada perenungan diri gitu, berarti bisa ngebawa pembaca hanyut dalam tulisan. Keren keren kak.

    • Balas

      lenifey

      28 Januari 2018

      Risetnya dan brown selalu juara sih kak.. tapi ending novelnya aja klo menurut saya ketebak.. jadi kurang puas jadi sayanya 😁😁

  22. Balas

    fajar hidayat

    28 Januari 2018

    Berat nih bacaannya, kalo saya jawabin teka-tekinya “kayak dilan”

    • Balas

      lenifey

      28 Januari 2018

      Hahah.. seru kak nebak2 pembunuh dan motifnya

  23. Balas

    Hayati Ayatillah

    28 Januari 2018

    Wuih boleh nih keknya, makasii reviewnya, ka 😊

    • Balas

      lenifey

      28 Januari 2018

      Sama2 kak hayati 😊😊

  24. Balas

    Zaoza

    28 Januari 2018

    Duh jadi pengen baca lengkap karya Dan Brown. Hehehe

    • Balas

      lenifey

      28 Januari 2018

      Kalo suka novel misteri teka teki beliau ini juara risetnya

  25. Balas

    elsamartinalova

    28 Januari 2018

    Menarik sekali nih buat di baca, makasih reviewnya ya.

    • Balas

      lenifey

      28 Januari 2018

      Sama2 kak caca

  26. Balas

    Ifa Mutia

    28 Januari 2018

    Kita sama sama penggemar Dan Brown ternyata..
    Profesor dengan jam tangan Mickey Mouse..
    Aku belum baca Origin, hunting dulu nih

    • Balas

      lenifey

      28 Januari 2018

      Waah iya kaaak 😍😍 kaka paling suka buku Dan Brown yang mana?

  27. Balas

    titi purwati

    28 Januari 2018

    Langdon series, sepertinya saya sama halnya sama kamu bakal berekspektasi berlebihan sm setiap buku Dan Brown. Dia biasanya selalu mampu memuaskan sii.

    • Balas

      lenifey

      28 Januari 2018

      Hooh.. trus gak sesuai ama ekspektasi kan kecewa yaa.. kayak dia yang suka ngecewain ugha.. eh 😂😂

  28. Balas

    dayuanggoro16

    28 Januari 2018

    Jadi penasaran sama novel ini hehehe

  29. Balas

    Kalena Efris

    29 Januari 2018

    Jadi pengen baca juga, apalagi ceritanya seru dan bikin penasaran.

  30. Balas

    Rizki

    29 Januari 2018

    Bacaan yg berat

    • Balas

      lenifey

      29 Januari 2018

      Iya emang bukunya tebel.. makanya berat 😂😂

  31. Balas

    DiahSally

    29 Januari 2018

    Ahhh thank you banget review nya, jadi pengen baca. Boleh pinjem ga Ka? *Eh hahaha

  32. Balas

    Ning

    29 Januari 2018

    Pas pertama kali novel ini rilis dan banyak tokbuk online yg ngadain PO, tergoda banget buat ikutan. Tapi karena harganya jadi mundur teratur, hehe
    Sampe sekarang belum kebeli… Huhu

    • Balas

      lenifey

      29 Januari 2018

      Iya kak.. aku juga lamaa banget mikir mau belinya.. pas jaman PO tiap onlen ngeliatin tokbuk onlen mulu tapi masih tahan2. cuma karena penasaran akhirnya beli setelah barang ada. #gatahangodaan 😂😂

  33. Balas

    widiari

    29 Januari 2018

    Mang tebel banget ya mbak bukunya.. dag selesai belum mbak.. aku pinjem.. hehe.. thx mbak reviewnya lengkap bgt..

LEAVE A COMMENT

lenifey
Indonesia

Lahir di Surabaya dan sedang menetap di Jakarta. Menyukai Traveling, Makan, Baca Buku dan K-Pop. Tertarik juga pada dunia beauty products seperti skincare dan lipen-lipenan. Mari berkenalan. Karena tak kenal maka tak sayang. XOXO

Desember 2018
S S R K J S M
« Nov    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31